Posted by: devi | November 11, 2008

kehilangan seorang sahabat

“dev lagi ngapain?simbah dah pergi.aku khlangan tmantrbaik”

itulah sepengal sms dari mas ino yang kuterima di sela waktuku mengerjakan surat keputusan diorama. Wajar saja kalau mas ino merasa kehilangan, simbah merupakan teman maen PS di Juanda, minum di TIM, bersenang-senang di gedung panjang, mereka juga bekerja di gedung yang sama.

Rasa kehilangan belum sempat kurasakan, kepergian yang begitu mendadak hingga membatalkan rencana touring bertiga ke baduy. Simbah kuanggap sahabat yang kutemukan di belantara Jakarta. Kedekatan kami sempat diartikan beda oleh orang-orang di sekitar kami, kami peduli omongan orang-orang yang tak begitu mengenal kami. Dialah yang mengirimkan sms pesan untuk berhati-hati dalam bergaul di Jakarta..hari itu di pertemuan kami yang terakhir di veteran, dia mengungkapkan niatnya untuk menyerah, tapi tak kusangka dia akan menyerah secepat ini.

Simbah menyerah kepada kehidupan di Jakarta, dia memutuskan untuk kembali ke Yogya minggu itu juga. ahhh seandainya aku bisa meniru apa yang kau lakukan mbah…ingin aku kembali ke pelukan kota tercinta. tapi aku harus berjuang di rimba raya bernama HIDUP MANDIRI

Selamat jalan, semoga kita berjumpa lagi…entah kapan


Responses

  1. halo dev, wah turut berduka buat si mbahmu. ingat, si mbahmu meninggalkan jakarta untuk merelakan satu tempat untuk dirimu. tetep semangat bos!!


Leave a response

Your response:

Categories