selasa malam perjalanan pulang terganggu dengan tidak beroperasinya kendaraan umum andalanku selama di Jakarta, busway. “Ada demo di benhil” itu kata-kata yang terlontar dari mulut para penjaga di shelter.
Setelah menghabiskan waktu beberapa saat di Ratu Plaza untuk makan malam, kuputuskan untuk pulang menggunakan kopaja 19 yang akan mengantarku sampai sarinah. Dalam kopaja seorang perempuan yang duduk di sampingku mengatakan bahwa ada demo terjadi di depan kampus atma jaya. Para demostran entah mengapa berbuat kerusuhan dengan membakar ban di jalur busway. Kopaja 19 melewati benhil dengan perlahan, antrian kendaraan dari arah bundaran HI menuju bundaran senayan berbaris panjang, puluhan-mungkin ratusan-polisi dengan perlengkapan anti huru-hara bersiaga di depan kampusĀ itu. Banyak orang bergerombol yang sepertinya baru pulang dari kantor berdiri di seberang jalan, sepertinya hendak mencaritahu apa yang baru saja terjadi.
Baru pagi ini aku tahu kronologis kejadiannya. Para pendemo (gabungan dari mahasiswa, aktifitas, masyarakat, dan mungkin oknum) yang menuntut kejelasan kematian salah satu mahasiswa unas serta menuntut turunnya harga BBM pada awalnya berdemo di gedung DPR. Setelah merobohkan pagar dan bentrok dengan aparat mereka berjalan menuju kampus terdekat, yaitu atma jaya. Disana mereka melakukan sweeping atas kendaraan berplat merah dan membakarnya. Akhirnya timbul bentrokan dengan polisi. Mahasiswa atmajaya yang saat itu sedang menghadapi ujian pun terpaksa pulang lebih awal dari jadwal ujian.
Sayang kejadian anarkis seperti ini masih terulang lagi di negara kita. Entah siapa yang harus disalahkan, mahasiswa?aktifis?oknum?ataukah para pemimpin negara yang seakan cuek dengan keluhan rakyat bawah?
sayang emosi kita masih terlalu tinggi sehingga timbul aksi anarkis seperti yang terjadi semalam. Benarkah mereka membela rakyat?tapi kenapa rakyat juga direpotkan dengan peristiwa kerusuhan ini?kenapa lagi-lagi bumi menanggung imbasnya?pembakaran ban-yang entah telah habis berapa banyak-tentunya akan berdampak bagi (lagi-lagi) global warming di bumi kita tercinta…
hi Devi. suwe ora nulis ya. muncul2 dengan berita kerusuhan. anarkis, bener2 orang tidak menyebarkan love ya ?
By: wsetyonugroho on June 26, 2008
at 5:51 am