Posted by: devi | April 17, 2008

perempuan…(lagi-lagi soal perempuan)

percakapan dengan seorang sahabat mengingatkan aku bahwa di bulan ini kita (well yeah kita merujuk pada oarng Indonesia pada umumnya) merayakan sebuah hari yang disebut hari kartini. Sosok wanita yang lahir tahun 1879 itu dianggap sebagai seorang tokoh emansipasi wanita Indonesia.

Kartini merupakan anak seorang priyayi atau kelas bangsawan Jawa, dia merupakan anak dari Bupati Jepara. Sampai usia 12 tahun, Kartini bersekolah di sebuah sekolah rendah Eropa. Di situ, antara lain Kartini mempelajari bahasa Belanda. Tetapi setelah berusia 12 tahun, menurut adat Jawa ia harus dipingit, yaitu tinggal di rumah untuk belajar hal-hal yang diperlukan untuk memasuki dunia perkawinan kelak. Karena bisa berbahasa Belanda, Kartini banyak membaca koran dan buku-buku berbahasa Belanda serta berkorespondensi dengan seorang wanita Belanda bernama Ny. Abendanon.

12 November 1903, Kartini harus menyerah untuk dipoligami dan menikah dengan Bupati Rembang yang sudah memiliki 3 istri. Suaminya mengerti keinginan Kartini dan Kartini diberi kebebasan dan didukung mendirikan sekolah wanita di sebelah timur pintu gerbang kompleks kantor kabupaten Rembang. 17 September 1904, Kartini meninggal setelah 4 hari sebelumnya melahirkan seorang anak laki-laki.

Tahun 1912 didirikan  Sekolah Wanita oleh Yayasan Kartini di Semarang , dan kemudian di Surabaya, Yogyakarta, Malang, Madiun, Cirebon dan daerah lainnya. Nama sekolah tersebut adalah “Sekolah Kartini”. Yayasan Kartini ini didirikan oleh keluarga Van Deventer seorang tokoh Politik etis.

Presiden Soekarno mengeluarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia No.108 Tahun 1964, tanggal 2 Mei 1964 yang menetapkan Kartini sebagai Pahlawan Kemerdekaan Nasional sekaligus menetapkan hari lahir Kartini, tanggal 21 April, untuk diperingati setiap tahun sebagai hari besar yang kemudian dikenal sebagai Hari Kartini. (thanks to wikipedia)

Pemikiran Kartini adalah supaya anak perempuan di indonesia mendapatkan kesempatan untuk mendapatkan pengajaran (dan mungkin juga di semua bidang) seperti anak laki-laki. Namun kenapa ya hari Kartini sekarang malah diperingati dengan berbusana daerah ataupun lomba membuat nasi kuning?


Responses

  1. Masihkah Wanita Kartini saat ini dev??? :)


Leave a response

Your response:

Categories