Posted by: devi | March 3, 2008

time to let go…

Jumat, 22 Februari 2008 lalu hitungan usianya mencapai 26. Ucapan selamat kulayangkan lewat sebaris kata di layar handphone. Malam minggu itu kami bertemu sekedar untuk say hai dan makan malam bersama, seperti biasa dia menjemputku di depan ongkojoyo. Sesosok laki-laki dengan honda grand, dengan senyum yang masih seperti dulu dan rambutnya yang dibiarkan mulai memanjang….

warung kupat tahu di selatan lingkar selatan yogyakarta menjadi pemberhentian kami setelah bingung mau kemana, huh ternyata kami masih seperti dulu: tidak pernah akur dalam urusan makan. Obrolan dari sekedar basa-basi hingga mimpi-mimpi mengalir di sini. Aku kemudian tersadarkan, kami telah mengambil jalan yang berbeda dipersimpangan hidup. Jalan yang diambil terlalu berbeda, impian yang berbeda, cara hidup yang juga berbeda. Impiannya yang dulu menjadi daya tarik berubah menjadi sebuah mimpi idealis yang bisa dikatakan utopis. I cant fall in love with this kind of man. Mungkin pertemuan malam itu merupakan sebuah pemuasan bagiku, sebuah pertemuan akhir untuk melepaskannya…


Leave a response

Your response:

Categories