Posted by: devi | January 11, 2008

menyusuri kota tercinta…

Sudah lama rasanya aku tidak berkeliling kota yogya-dalam artian sebenarnya. Waktu senggangku selama ini hanya kuhabiskan di jalanan kota dengan rute yang sama jalan goden-kampus ugm-kawasan malioboro. Kedatangan seorang kawan dua hari menjelang natal membuat aku berkesempatan bernostalgia dengan kenangan di kota ini.

Minggu, 23 Desember 2007. Setelah di stasiun tugu aku menunggu datangnya kereta pramex dari Solo yang membawanya. Agak nerveous juga karena ini adalah pertemuan kami yang kedua kalinya. Aku takut dia tidak mengenaliku, karenanya aku memakai rok batik warna merah yang eye-catching. Pertemuan yang kedua dengan seutas kata hai dan basa-basi ringan. Perjalanan dilanjutkan menuju jalan sosrodipuran untuk mencari hotel. Satu-satunya tempat yang aku kenal dengan baik adalah hotel monica, yang dekat dengan kafe dan warnet yang mungkin akan sangat berguna bagi dia. Kami beruntung karena masih tersisa sebuah kamar, walaupun harus menunggu hingga kamar itu selesai dibereskan. Long holiday membuat hotel-hotel di sepanjang jalan itu memasang tanda “kamar penuh”. Setelah menitipkan tas kepada petugas hotel, parkir motor di ngadiwinatan, kami berjalan menyusuri rumah-rumah tua di kauman menuju masjid gede, kawasan kraton, dan singgah sementara di museum kereta. Perjalanan kami lanjutkan menuju reruntuhan pulau cemeti di selatan pasar burung Ngasem. Samar-samar aku ingat saat masih duduk di bangku SD, waktu itu di bulan ramadhan setelah sholat subuh aku dan beberapa orang temanku juga mendatangi tempat ini, walaupun aku tidak begitu ingat setiap detilnya. Rok batik yang terus melambai dan high heels yang kukenakan tidak membuatku mengurungkan niat untuk naik ke atas reruntuhan itu lagi. Memandang kota yang telah mengenalku sejak aku lahir dari atas reruntuhan pesangrahan keluarga sultan ini membuatku bergetar. Ada sedikit keharuan dan perasaan damai yang membuatku enggan meninggalkan tempat ini. Tapi detik terus berjalan masih banyak lokasi yang harus kami datangi sebelum awan hitam yang mengelayut berubah menjadi rintik hujan. Perjalanan berlanjut menuju kawasan tamansari dan sumur gemuling. Dua kawasan yang seakan membawaku kembali ke masa lalu hanya dengan melihatnya. Hujan menyambut kami di setelah keluar dari sumur gemuling. Hujan deras dan perut yang mulai berteriak berharap untuk diisi membuat kami singgah di sebuah warung makan di kawasan ngasem. Kemudian kami pulang sebentar sekedar untuk menikmati camilan khas yogyakarta, dan pada malam hari perjalanan berlanjut menuju alun-alun kidul untuk mencoba masangin. Sepupuku rian bergabung dengan kami malam itu. Nadi mencoba hingga 6 kali tanpa pernah berhasil melalui 2 tembok yang mengelilingi dua pohon beringin besar di sana. Rian mencoba dua kali dan berhasil di usahanya yang kedua. Sedangkan diriku yang tidak pernah mau mempermalukan diri sendiri mencoba sekali dan gagal! Malam ini kebersamaan kami ditutup dengan makan malam di kawasan jalan Kaliurang.

Senin, 24 Desember 2007. Saatnya berpetualang. Aku, Rian, dan Nadi memutuskan untuk menjadi si bolang (si bocah ilang hihi) hari ini. Prambanan merupakan pilihan pertama, kami menyusuri rute yang lebih jauh daripada wisatawan pada umumnya karena kami memutuskan untuk melihat candi-candi lain di kawasan candi prambanan. Setelah bernasis ria kami berdebat tentang tujuan kami selanjutnya. Rian mengusulkan untuk pergi ke kraton ratu boko sedangkan aku ingin pergi ke makam raja-raja imogiri, dan Nadi membiarkan kami untuk memutuskan…great. Akhirnya aku mengalah karena sebenarnya kau juga belum pernah ke sana. fuih ternyata candi ratu boko memang bagus, landscapenya, suasananya, arsitekturnya….apalagi lokasi candi ini berada di atas bukit jadi kita bisa lihat pemandangan di sekitar prambanan. Puas berfoto-foto (yeah acara pokok pada hari ini adalah bernarsis ria), lapar mendera. Dalam perjalanan pulang kami singgah di warung padang jalan piyungan. Di sini muncul sebuah ide gila….lihat sunset di paris!!! Gila niy orang gada capeknya kali ye…akhirnya kami berdua, rian ada acara sehingga harus meninggalkan kami, menuju arah selatan yogya, pantai parangtritis menunggu!!! fiuh capek deh…Niatan untuk melihat sunset di Paris gagal dengan sempurna karena mendung menggelayut di Pantai selatanYogya. Walau begitu Nadi dengan sikap kekanakannya melepas sepatu dan mulai bermain riak air pantai. Tergoda oleh ajakan bergabung membuat aku ikut melepas sepatu dan mengamankan barang-barang anti airku kemudian ikut masuk dalam kesenangan bermain air. Sayang, hujan rintik mulai mengganggu permainan kami. Akhirnya kami memutuskan untuk membasuh diri dengan air hangat di parangwedang, namun apa mau dikata, kami datang terlalu malam hingga pemandian itu sudah tutup. Akhirnya kami memutuskan untuk pulang ke Yogya dengan celana penuh pasir pantai dan baju basah terkena rintik hujan. Hari ini berakhir? hoho jangan salah…kami masih melanjutkan perjalanan menuju istana pakualaman. Sekedar tuk berteduh dan mengisi perut. Di sini Hajar bergabung dengan kami untuk sesaat, hingga akhirnya jam berdentang sebelas kali saat kami memutuskan untuk pulang.

Natal tahun ini, kami berdua tidak merayakan natal…so nothing religious moment hapenned. Pagi kami berangkat menuju stasiun tugu untuk mencari tiket untuk kembali ke jakarta. Long weekend mengakibatkan antrian orang yang ada sangat panjang…dengan sedikit bantuan kami berhasil mendapatkan tiket untuk tanggal 26.


Responses

  1. woi, cah antro ki pancen senengane mlaku je, opo maneh perempuan iki.. tapi guider yang baik sepertinya.. la wong seko prambanan sebelah utara, timur lagi.. lantas tiba-tiba sms udah di parangtritis je.. hehe

  2. asoy geboi ngeboet di jalanan emak gue….nyang penting cih, jalan sampai tersamar dalam gelap malam….


Leave a response

Your response:

Categories