Pagi ini perempuan itu berkata, “aku kok hari ini sebel banget liat cowok ya, mungkin karena aku lagi dapet (:period) kali ya?Aku jadi paham kalau wanita hamil jadi rada gimana kalo ama suaminya”.
sebagai seorang perempuan yang pernah dijuluki seorang feminis radikal oleh seorang yang tidak begitu aku kenal (dia juga tidak begitu kenal aku), aku ngga pernah merasa menyesal dilahirkan sebagai sosok seperti ini, kecuali pada satu atau dua hari setiap bulannya. hahaha sering banget yak???
Yup pada hari-hari itu aku merasa benci dilahirkan sebagai seorang perempuan yang harus menanggung rasa sakit, tidak hanya secara fisik tapi juga secara emosional. Seorang perempuan tentu tau bagaimana rasanya sakit di pinggang, tidak nyaman, tingkat emosi yang melonjak hingga tingkat tertinggi yang seringkali berakibat pada perasaan sebel tanpa tau karena apa dan kudu marah ma siapa.
Mungkin alasan ini juga yang menyebabkan arswendo atmowiloto pernah menulis di jurnas bahwa dirinya merasa bahagia karena tidak dilahirkan sebagai wanita.
Yah, namanya juga makhluk berjulungjulung, eh berjuluk perempuan. Emang udah harus begitu kan? Kalo nggak malah aneh.
By: noel on December 13, 2007
at 2:28 pm
hehe.. aku no comment kayaknya..
saya juga banyak perempuan lain merasakan hal yang sama.. itu keajaiban penciptaan, kehidupan atau apalah namanya..hehe
By: hajar on December 13, 2007
at 3:13 pm
piye kronikmu kapan balik ke jakarta. awas setan kronik ada disekitarmu dan siap menerkammu
By: petrik anak paria on December 26, 2007
at 5:49 am