Posted by: devi | December 11, 2007

Jagat Upacara: Indonesia dalam dialektika yang sakral dan yang profan

Beberapa hari yang lalu aku melihat sebuah buku yang diterbitkan Ekspresi, sebuah lembaga pers mahasiswa UNY yang berjudul “Jagat Upacara”. Berhubung dengan kesibukan menyelesaikan editing kronik, maka buku tersebut baru sekilas saya baca. Sebagai seorang (lulusan) antropolog(i) terus terang ada sedikit rasa malu karena “lahan” ini seharusnya digarap oleh kami. Upacara termasuk di dalamnya upacara peralihan (rites de passage) yang merupakan sebuah penahbisan seseorang setelah memasuki masa liminalitas, yang selalu disebut-sebut saat inisiasi, merupakan hal yang tidak asing bagi para (mahasiswa) antropolog(i), namun ternyata teman-teman dari Ekspresi yang notabene berasal dari berbagai disiplin ilmu lebih mampu dalam menuliskan mengenai upacara daripada kami…hiks T.T

Salut buat teman-teman Ekspresi…


Responses

  1. Hikshiks T.T juga


Leave a response

Your response:

Categories