Posted by: devi | June 7, 2010

the new me…

Teringat akan sebuah rumah di dunia maya yang tak pernah kusinggahi selama sekitar 2 tahun ini, aku memutuskan untuk sedikit berbenah dan mengaktifkannya kembali. Dua tahun bukanlah waktu yang singkat, sudah banyak hal yang berubah dalam kehidupanku. Sempat terlintas tanya apakah aku masih bisa menceritakan kehidupan melalui tarian jemariku? apakah para “tetangga” akan kembali sudi mampir dan sekedar menyapa? Ah sudahlah… aku hanya ingin kembali bercerita tentang dunia kecilku. Biarkan aku memulainya yang memperkenalkan diriku yang baru.

Sudah 3 bulan ini aku menyandang nama baru-bukan benar-benar nama baru, lebih tepatnya nama yang ku dapat setelah aku menikah. Perkenalkan, aku yang baru adalah Nyonya Moh. Natsir Ridwan Muslim tapi tentu saja aku lebih senang dipanggil dengan nama asliku, devi atau dephi… Yah. aku memang sudah menikah di penghujung februari lalu. Menikah–hingga saat ini kadang aku masih tidak percaya akan status baruku. Seorang lelaki dengan mata lembutnya, ketangguhan iman dan hatinya, sifat dewasanya telah menyuntingku untuk menjadikan teman hidup.  Hingga saat ini aku masih beradaptasi dengan hidup baru-keluarga kecil yang terus kami pupuk dan sirami agar menjadi kuat dan kokoh. Tentu saja aku masih seperti dulu yang suka berpetualang dan mie ayam…juga masih sering melakukan kebodohan-kebodohan akut.

Semoga aku selalu mempunyai jimat anti bosan dan obat encer otak agar tidak lagi mengabaikan persinggahan di dunia mayaku ini. Amin…

Posted by: devi | November 11, 2008

kehilangan seorang sahabat

“dev lagi ngapain?simbah dah pergi.aku khlangan tmantrbaik”

itulah sepengal sms dari mas ino yang kuterima di sela waktuku mengerjakan surat keputusan diorama. Wajar saja kalau mas ino merasa kehilangan, simbah merupakan teman maen PS di Juanda, minum di TIM, bersenang-senang di gedung panjang, mereka juga bekerja di gedung yang sama.

Rasa kehilangan belum sempat kurasakan, kepergian yang begitu mendadak hingga membatalkan rencana touring bertiga ke baduy. Simbah kuanggap sahabat yang kutemukan di belantara Jakarta. Kedekatan kami sempat diartikan beda oleh orang-orang di sekitar kami, kami tidak peduli omongan orang-orang yang tak begitu mengenal kami. Dialah yang mengirimkan sms pesan untuk berhati-hati dalam bergaul di Jakarta..hari itu di pertemuan kami yang terakhir di veteran, dia mengungkapkan niatnya untuk menyerah, tapi tak kusangka dia akan menyerah secepat ini.

Simbah menyerah kepada kehidupan di Jakarta, dia memutuskan untuk kembali ke Yogya minggu itu juga. ahhh seandainya aku bisa meniru apa yang kau lakukan mbah…ingin aku kembali ke pelukan kota tercinta. tapi aku harus berjuang di rimba raya bernama HIDUP MANDIRI

Selamat jalan, semoga kita berjumpa lagi…entah kapan

Posted by: devi | November 10, 2008

menstruasi

Sebuah judul artikel di kompas.com mengingatkanku pada obrolan dengan salah satu teman kerja. Bahasan yang terlontar melalui ujung jari di dua gedung yang berbeda saat itu membahas apakah hukum melakukan hubungan seks waktu menstruasi dalam agama islam. Mungkin artikel ini bisa menjadi jawaban dan nambah wawasan bagi para perempuan…

Yang Tidak Boleh Selagi Menstruasi

Luruhnya sel telur yang tidak dibuahi hampir bisa dipastikan dialami oleh setiap perempuan. Hanya saja banyak mitos mengiringi perisitiwa yang disebut datang bulan, menstruasi, atau haid ini, sehingga muncul pertanyaan apa saja yang tidak boleh dilakukan perempuan selama mengalaminya? Berikut penjelasan yang diberikan dr. Mimi Suharti.

Berhubungan Seksual

Hubungan seksual yang dilakukan ketika perempuan sedang menstruasi secara tegas dilarang dalam ajaran agama tertentu. Namun terlepas dari itu, secara medis pun berhubungan intim di kala perempuan sedang haid tidak disarankan. Beberapa alasan medis yang menyertainya antara lain:

* Tidak steril

Pada saat menstruasi jaringan luar rahim mengalami pelepasan. Peristiwa ini diikuti dengan membukanya pembuluh darah di daerah tersebut. Kondisi ini menyebabkan organ reproduksi perempuan menjadi tidak steril, sehingga tidak aman bila berhubungan seksual.

* Menyebabkan infeksi

Bersama dengan perdarahan yang terjadi dimungkinkan munculnya kuman. Kuman-kuman ini bisa jadi akan menyebabkan infeksi kalau si perempuan melakukan hubungan seksual.

* Bahaya sudden death

Hal terburuk yang mungkin terjadi adalah sudden death atau kematian mendadak. Pada saat menstruasi banyak pembuluh darah yang membuka. Hubungan intim bisa berakibat terbawanya udara dari luar masuk melalui pembuluh darah yang terbuka sampai ke jantung. Ini berbahaya dan bisa menyebabkan kematian.

* Perasaan tidak nyaman

Tak bisa dipungkiri hubungan seksual terkait erat dengan suasana hati. Saat menstruasi banyak perempuan yang merasa tidak nyaman. Ketidaknyamanan ini akan terbawa dan mengganggu suasana hatinya. Bila dipaksakan untuk berhubungan seksual, alih-alih merasakan kepuasan, yang didapat justru perasaan tidak nyaman itu tadi.

Olahraga berat

Banyaknya  pembuluh darah arteri yang terbuka pada saat haid dapat menyebabkan perlukaan. Seorang perempuan yang sedang menstruasi dan melakukan olahraga dikhawatirkan akan mengalami pendarahan berat. Memang tidak semua olahraga akan menyebabkan hal tersebut, tapi sebaiknya sesuaikan olahraga yang dipilih dengan kondisi tubuh. Perempuan dengan kondisi tertentu bisa jadi akan mengalami perdarahan berat ketika memaksakan diri bersenam aerobik saat haid.

Secara umum pun, perempuan yang sedang menjalani siklus bulanannya akan merasa lebih lemas, dan beberapa bahkan menderita nyeri perut, mual, pinggang pegal-pegal, pening, bahkan ada yang sampai pingsan. Oleh karena itu, disarankan untuk mengurangi porsi olahraga yang cukup berat atau sebaiknya pilih saja olahraga ringan seperti jalan santai.

Terbelenggu Mitos

Larangan memotong rambut, menggunting kuku, dan keramas selama haid tidak memiliki penjelasan secara medis. Khususnya larangan keramas, menurut Mimi jelas tidak tepat. “Apalagi perempuan yang sedang menstruasi justru harus menjaga kebersihan anggota tubuhnya. Keramas saja sampai bersih, enggak masalah kok,” saran Mimi. Intinya, bila ada mitos-mitos yang dirasa tidak masuk akal, sebaiknya jangan dituruti.

Berenang

Secara teori, pembuluh darah yang membuka dapat mengecil ketika kontak dengan air. Contoh yang gampang adalah seringkali anak yang jatuh dan terluka dikompres dengan batu es untuk menghentikan perdarahannya. Bedanya, walau darah yang dikeluarkan saat menstruasi hanya sekitar 30 cc, tapi kontak dengan air tidak akan menyebabkan darah tersebut terhenti.

Kontak dengan air yang dimaksud di sini di antaranya berenang, menyelam, berendam di bath tub, whirlpool, dan sejenisnya. Ini penting untuk diketahui, sebab banyak beredar anggapan yang salah, yaitu perempuan yang sedang menstruasi darahnya akan berhenti ketika berada dalam air. “Pendapat ini tidak sepenuhnya tepat,” kata Mimi.

Selain itu tidak ada yang dapat memastikan apakah air yang digunakan untuk berendam itu steril. Bisa jadi air kolam renang atau air laut mengandung banyak kuman yang dapat menyebabkan infeksi. Apalagi bila si perempuan ini berendam dalam waktu lama, “Sebaiknya memang tidak dilakukan,” sarannya.

Sumber: kompas.com

Posted by: devi | November 10, 2008

Rahasia Meede

ucaoj302ecamhm3dvcaeuqmbocatv3okbcas7rzxgcavs2yaacapb7vmucaaieimcca27w0ircag6toygcavmy3dxca0m4i9acacuefrzca2qwa0ocaxf1lixca4v51fqca9ryarvcanr2y6lca26l9232Buku bagus yang disarankan oleh seorang sahabat. Novel ini berkisah tentang intrik sekitar pencarian rahasia harta karun VOC. Membaca buku ini membuat aku penasaran dan ingin datang ke lokasi-lokasi yang disebutkan. Highly recommended bagi pecinta sejarah…two thumbs for E.S. Ito

Posted by: devi | September 30, 2008

lebaran tahun ini

malam takbir menggema di luar, sedangkan di dalam warnet lagu gorillaz berkumandang memekakkan telinga. Hhh besok lebaran, ada yang aneh dengan lebaran tahun ini…atau ramadan tahun ini…suasana.

Yah semenjak hijrah ke jakarta, kumulai 10 hari pertama ramadan tahun ini di asrama yang tidak terlalu bernuansa ramadan. Pulang ke kosan suasananya juga biasa saja. Mudik ke yogya, ummm kecuali bisa ketemu anak-anak G-family yang jarang kumpul dengan full formation, suasana ramadan juga ga begitu terasa. Ada beberapa ritual yang kulewatkan tahun ini, diantaranya:

1. Jajan ke pasar tiban kauman, trus makan kicak dan semur jengkol (yeah JENGKOL)

2. Buka puasa di bundaran ugm ataupun kawasan ugm manapun

3. Mudik ke Karanganyar

4. Kumpul keluarga besar Ibu di ngadiwinatan trus masak ketupat dan opor ayam

Besok Lebaran, yah setidaknya besok masih sholat ied di alun-alun utara seperti biasa. Tapi setelah itu, semua berangkat ke Jakarta untuk bersyawalan di rumah Mbah Yadi di kawasan Sunter.

Lebaran dari tahun ke tahun semakin tidak menarik, atau mungkin ini karena saat ini aku hidup di dunia orang dewasa, yang lupa dengan indahnya melihat arak-arak anak takbiran dengan lampion, miniatur masjid, kembang api, kumpul bersama keluarga…entahlah

Anyway, selamat idul fitri mohon maaf lahir batin :)

Posted by: devi | June 29, 2008

jalan hidup

24 tahun 1 bulan 22 hari…

Tapi belum tahu hendak kemana kaki ini melangkah…Puaskah aku dengan keadaanku saat ini? Di sinikah “rumahku”? Entahlah…kadang aku merasa nyaman dengan hidupku saat ini, namun kadang aku ingin berlari ke belakang dan bersembunyi di zona nyaman.

Posted by: devi | June 25, 2008

lagi-lagi kerusuhan

selasa malam perjalanan pulang terganggu dengan tidak beroperasinya kendaraan umum andalanku selama di Jakarta, busway. “Ada demo di benhil” itu kata-kata yang terlontar dari mulut para penjaga di shelter.

Setelah menghabiskan waktu beberapa saat di Ratu Plaza untuk makan malam, kuputuskan untuk pulang menggunakan kopaja 19 yang akan mengantarku sampai sarinah. Dalam kopaja seorang perempuan yang duduk di sampingku mengatakan bahwa ada demo terjadi di depan kampus atma jaya. Para demostran entah mengapa berbuat kerusuhan dengan membakar ban di jalur busway. Kopaja 19 melewati benhil dengan perlahan, antrian kendaraan dari arah bundaran HI menuju bundaran senayan berbaris panjang, puluhan-mungkin ratusan-polisi dengan perlengkapan anti huru-hara bersiaga di depan kampus itu. Banyak orang bergerombol yang sepertinya baru pulang dari kantor berdiri di seberang jalan, sepertinya hendak mencaritahu apa yang baru saja terjadi.

Baru pagi ini aku tahu kronologis kejadiannya. Para pendemo (gabungan dari mahasiswa, aktifitas, masyarakat, dan mungkin oknum) yang menuntut kejelasan kematian salah satu mahasiswa unas serta menuntut turunnya harga BBM pada awalnya berdemo di gedung DPR. Setelah merobohkan pagar dan bentrok dengan aparat mereka berjalan menuju kampus terdekat, yaitu atma jaya. Disana mereka melakukan sweeping atas kendaraan berplat merah dan membakarnya. Akhirnya timbul bentrokan dengan polisi. Mahasiswa atmajaya yang saat itu sedang menghadapi ujian pun terpaksa pulang lebih awal dari jadwal ujian.

Sayang kejadian anarkis seperti ini masih terulang lagi di negara kita. Entah siapa yang harus disalahkan, mahasiswa?aktifis?oknum?ataukah para pemimpin negara yang seakan cuek dengan keluhan rakyat bawah?

sayang emosi kita masih terlalu tinggi sehingga timbul aksi anarkis seperti yang terjadi semalam. Benarkah mereka membela rakyat?tapi kenapa rakyat juga direpotkan dengan peristiwa kerusuhan ini?kenapa lagi-lagi bumi menanggung imbasnya?pembakaran ban-yang entah telah habis berapa banyak-tentunya akan berdampak bagi (lagi-lagi) global warming di bumi kita tercinta…

Posted by: devi | May 31, 2008

posisi baru

setelah hampir 4 minggu berkeliaran di lantai 4 gedung E komplek depdiknas di senayan, mulai dari di bagian perencanaan hingga ke bagian keuangan, akhirnya jumat kmaren aku ditempatkan di posisi baru. Direktorat Museum bagian kerjasama. Its a nice position i guess, setidaknya aku bisa jalan-jalan antar museum. Atau siapa tau bisa jalan-jalan gratis pake passport. Wish me luck guys

Posted by: devi | May 18, 2008

kebodohanku hari ini

Hari mingguku ini diawali dengan sebuah kebodohan yang terlambat kusadari. Setelah semalam menginap di kosan ndari, pukul 10 kami berdua berangkat dengan tujuan yang berbeda. Ndari menuju kantornya di wisma antara, aku pulang ke kosanku dengan membawa barang yang begitu banyaknya.  Begitu naek P15, tiba-tiba terjadi suatu tragedi. Tali yang biasa melingkar di dadaku lepaslah…Karena merasa tidak nyaman, maka kuputuskan untuk turun bareng ndari di samping wisma antara. Tiba-tiba aku melihat atm yang ada di sebrang jalan. Kuputuskan untuk menyambung kembali ikatan yang telah terlepas itu.

Sorenya, kuceritakan peristiwa itu ke ndari, sebelum akhirnya dia ngakak dan bilang, “Dev, di atm itu kan ada cctvnya”. MAMPUS aku :(

Posted by: devi | May 3, 2008

perjalanan baru…

2 Mei 2008, 5 hari menjelang 24 tahun, sebuah perjalanan baru mulai aku tapaki. Peran sebagai seorang pegawai pemerintah yang menuntutku untuk memulai hidup dari nol di kota besar ini. Sebuah kamar kosan yang terletak di tengah kampung di kawasan kebon sirih menjadi tempatku melepas lelah dari hiruk pikuk jakarta dan kantor yang terletak di kawasan senayan. Hari senin besok aktifitas mulai berjalan…semoga perjalanan ini akan menjadi menyenangkan dan banyak pelajaran yang bisa aku ambil dalam perjalanan ini. amien…

Wish me luck

Posted by: devi | May 3, 2008

liburan yang terpotong…

uhmm rencana untuk liburan panjang di yogya gagal sudah. Baru 3 jam nyampe rumah, panggilan dari departement itu sudah datang. Cuma 2 hari aku di yogya, belum sempat melepas rindu pada tiap inci jalanannya, aku harus terus menyimpan kerinduan ini. Pertemuan dengan keluarga, sahabat lama serta 5 orang teman dunia maya, terasa begitu singkat. Aku ga tau berapa lama lagi aku dapat kembali menjejakkan kaki di kota yogya…

Posted by: devi | April 27, 2008

time to go home (even just for a while)

I’m staring out into the night, Trying to hide the pain.

I’m going to the place where love and feeling good don’t ever cost a thing.

And the pain you feel’s a different kind of pain.

So I’m going home, Back to the place where I belong,

And where your love has always been enough for me.

I’m not running from…No, I think you got me all wrong.

I don’t regret this life I chose for me. But these places and these faces are getting old

So I’m going home. Well I’m going home.

The miles are getting longer, it seems, The closer I get to you.

I’ve not always been the best man or friend for you. But your love, remains true.

And I don’t know why. You always seem to give me another try.

So I’m going home, To the place where I belong,

And where your love has always been enough for me.

I’m not running from. No, I think you got me all wrong.

I don’t regret this life I chose for me.

But these places and these faces are getting old.

Be careful what you wish for, ‘Cause you just might get it all.

You just might get it all, And then some you don’t want.

Be careful what you wish for, ‘Cause you just might get it all.

You just might get it all, yeah.
Home- song by daughtry

Posted by: devi | April 27, 2008

another glass

belum seminggu peristiwa mecahin kaca di kamar para cowo, hari pas aku packing aku tergoda untuk pake kalung itu lagi. Tisa sambil becanda bilang “Jangan dipake dev, ntar kaca-kaca pada pesah lho”. Baru selesai dia bilang gitu tiba-tiba kaca kecil yang aku beli di sunday morning UGM sebulan yang lalu tiba-tiba lepas dari pegangan plastiknya dan menghantam lantai serta jatuh berkeping-keping….

What the heck….

Posted by: devi | April 21, 2008

seven years of bad luck…

Seven years of bad luck if you break a mirror, or so the superstition says. Why? Well, the Roman belief was that life renewed itself every seven years. And, since a mirror meant “broken” health, it was believed that the person who broke it would need seven years to recover.

Malem ini aku dapet oleh-oleh kalung batu Kalimantan dari seorang teman lama. Pas nyoba aku merasa kaca di kamar belum mengakomodir kenarsisanku, jadilah aku berkunjung ke kamar para lelaki gila dandan yang memiliki cermin lebih besar. Hanya untuk catatan, cermin ini baru dibeli kemaren pagi dipasar baru. Karena suatu kesalahan, saat cermin itu hendak kupasang ditempat semula, jatuhlah cermin itu dan terbagi menjadi 2 bagian besar. Fiuh hebohlah orang serumah. Setelah mereka tahu apa yg terjadi, jadilah aku bahan tertawa orang serumah. Hiks…Untungnya cermin itu masih bisa digunakan setelah dilem oleh 2 orang lelaki narsis itu….

Posted by: devi | April 20, 2008

kangen rumah…

Aduh hari ini rasa rindu itu semakin tak tertahankan…baru sekali ini aku merindukan rumah sampai sedalam ini. Aku harus pulang ke rumah secepatnya, lebih dari seminggu. Mungkin aku harus tetap tinggal di rumah hingga pekerjaan itu memanggilku kembali ke kota ini. Yogya tunggu aku datang merengkuhmu, menjelajahi setiap inci jalanmu….SEGERA.

Posted by: devi | April 17, 2008

perempuan…(lagi-lagi soal perempuan)

percakapan dengan seorang sahabat mengingatkan aku bahwa di bulan ini kita (well yeah kita merujuk pada oarng Indonesia pada umumnya) merayakan sebuah hari yang disebut hari kartini. Sosok wanita yang lahir tahun 1879 itu dianggap sebagai seorang tokoh emansipasi wanita Indonesia.

Kartini merupakan anak seorang priyayi atau kelas bangsawan Jawa, dia merupakan anak dari Bupati Jepara. Sampai usia 12 tahun, Kartini bersekolah di sebuah sekolah rendah Eropa. Di situ, antara lain Kartini mempelajari bahasa Belanda. Tetapi setelah berusia 12 tahun, menurut adat Jawa ia harus dipingit, yaitu tinggal di rumah untuk belajar hal-hal yang diperlukan untuk memasuki dunia perkawinan kelak. Karena bisa berbahasa Belanda, Kartini banyak membaca koran dan buku-buku berbahasa Belanda serta berkorespondensi dengan seorang wanita Belanda bernama Ny. Abendanon.

12 November 1903, Kartini harus menyerah untuk dipoligami dan menikah dengan Bupati Rembang yang sudah memiliki 3 istri. Suaminya mengerti keinginan Kartini dan Kartini diberi kebebasan dan didukung mendirikan sekolah wanita di sebelah timur pintu gerbang kompleks kantor kabupaten Rembang. 17 September 1904, Kartini meninggal setelah 4 hari sebelumnya melahirkan seorang anak laki-laki.

Tahun 1912 didirikan  Sekolah Wanita oleh Yayasan Kartini di Semarang , dan kemudian di Surabaya, Yogyakarta, Malang, Madiun, Cirebon dan daerah lainnya. Nama sekolah tersebut adalah “Sekolah Kartini”. Yayasan Kartini ini didirikan oleh keluarga Van Deventer seorang tokoh Politik etis.

Presiden Soekarno mengeluarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia No.108 Tahun 1964, tanggal 2 Mei 1964 yang menetapkan Kartini sebagai Pahlawan Kemerdekaan Nasional sekaligus menetapkan hari lahir Kartini, tanggal 21 April, untuk diperingati setiap tahun sebagai hari besar yang kemudian dikenal sebagai Hari Kartini. (thanks to wikipedia)

Pemikiran Kartini adalah supaya anak perempuan di indonesia mendapatkan kesempatan untuk mendapatkan pengajaran (dan mungkin juga di semua bidang) seperti anak laki-laki. Namun kenapa ya hari Kartini sekarang malah diperingati dengan berbusana daerah ataupun lomba membuat nasi kuning?

Posted by: devi | April 17, 2008

ngobrak-abrik 1908

waaa nyebai….tulisan yang aku setor sebulan yang lalu ternyata harus direvisi. TOTAL. Salahe dewe taon paling penting kok aku sing kon nggarap, reti aku dudu cah sejarah maneh…Komandan setan kronik nyebai!!!

hehehe peace Gus…

Posted by: devi | April 17, 2008

pertemuan dengan sahabat lama

sembilan tahun sudah kutinggalkan sekolah agama khusus perempuan itu. Sembilan tahun pula aku tak pernah bertemu dan berbagi cerita dengannya. Jarak kami memang tidak jauh, kami masih tinggal sekota, kuliah di universitas yang sama, namun kesibukan hidup membuat kami tidak bisa banyak berbagi cerita. Update kehidupan hanya didapatkan dengan sekedar say halo di lembar friendster dan blog. Entah bagaimana rupanya sekarang. Hingga suatu pagi, saat kubuka blognya, kubaca sebuah berita yang mengejutkan…dia diterima menjadi wartawan di kota ini juga. Iseng ku kirim pesan…dia mengajakku bertemu.

akhirnya hari minggu kemaren, setelah sekian tahun tidak berjumpa dan berbicara dengannya, kita sepakat bertemu di depan gallery 2 taman Ismail Marzuki. Uhm masih sosok yang sama, gaya bahasa yang sama, lebih dewasa tentu. Tak terasa dua setengah jam kami lewatkan di warung makan itu, sambil berbagi cerita tentang jalan yang telah diambil masing-masing selama ini…

Bertemu orang-orang yang pernah menjadi bagian hidup kita di masa lalu memang menyenangkan. Sekedar bernostalgia atau merangkai sebuah hubungan baru. Bunga ayo maen-maen lagi :D

Posted by: devi | April 7, 2008

tulisan untuk seorang perempuan

Tuhan tidak membiarkan aku mengalami keberuntungan memiliki seorang kakak, baik itu seorang kakak laki-laki untuk melindungi  maupun seorang kakak perempuan sebagai tempatku mencurahkan isi hati ataupun belajar hidup dari pengalamannya. Itu mungkin pikiran kebanyakan orang jika mengetahui aku adalah sulung dalam keluargaku. Tidak, mereka salah. Aku punya banyak kakak, laki-laki dan perempuan, yang walaupun mereka tidak berasal dari rahim yang sama denganku, mereka selalu ada untuk melindungi dan memberikan nasehat kepadaku. Malam ini akan kutuliskan sedikit kata untuk perempuan itu, orang yang dengan bangga mengatakan “aku adalah kakakmu”.

Pukul 11 malam ini not much things to do, mood untuk bekerja sangat minim, onet sudah terasa sangat membosankan. Jemariku menyusuri rangkaian nama dalam phonebook, dan ku temukan namanya. Rasa bosan, sepi, dan kangen bercampur. Kuputusan untuk memutus mimpinya malam ini. Dimulai dengan sebuah obrolan ringan…bla bla bla…detik, menit, melewati satu putaran jarum panjang jam. Begitu banyak hal yang kami bicarakan. Terlalu banyak kata-katanya, terlalu dalam untuk sekedar dituliskan ulang di lembar-lembar kertas…tapi tak apa kata-katanya sudah terpahat di dalam hatiku. Nasehat tanpa terkesan menggurui, Pujian tanpa kesan menjilat, dan kritikan yang menyadarkan. Tak terasa kedua mataku terasa hangat, hingga sebuah aliran sungai terbentuk di bawah mata kananku. Kusadari sudah lama aku merindukan percakapan semacam ini dengan orang yang memahami aku. Orang yang tidak hanya melihatku dengan matanya, namun juga melihatku dengan hatinya.

Terimakasih mbak. Untuk obrolan, nasehat, tawa, juga airmata yang telah kita bagi selama ini. Salam untuk malaikat kecilmu yang setia menantimu dirumah, juga untuk lelakimu yang sedang menjejakkan kakinya di luar sana.

Posted by: devi | April 7, 2008

selamat datang minggu baru…

uhmm akhirnya hari senin terlewati juga. Yah walaupun sebenarnya hari apapun sama saja, namun kayakna aku sudah tersugesti klo hari senin itu toughest day dalam seminggu. Lho kok jadi nglantur? Sebenernya aku cuma mo nulis tentang my lovely sunday siy…Hari minggu kemaren terasa sangat cepat. Bangun jam 9 setelah tengah malam menengak sedikit “air persahabatan” yang disuguhkan mas ino hihihi. Janji memasak hari minggu tinggalah janji. Walaupun banyak yang belum bangun, namun sepertinya mbak Ria sudah tidak sabar untuk menunggu aku bangun untuk sarapan :D Nothing special happened during that noon, hingga akhirnya tanpa sadar aku kembali terlena di dunia mimpi. Pukul 5 mbak Ria melompat ke atas tubuhku untuk membangunkan dan mengajakku makan di Mie Gadjah Mada. Kami berenam (aku, mas ino, tiesa, mbak ria, putri, dan seno) meluncur ke daerah gadjah mada dengan 2 bajaj. Uhm baru pertama ini aku melangkahkan kaki ke dalam “warung” mie yang elit ini. Dan seperti yang sudah diduga, harga makanan disini pun cukup elit. Aku pesan mie ayam blackpepper (or something like that…) dan air mineral…Rasanya? Lumayan enak jika tidak membayangkan harganya.

Magrib kami berenam pulang dengan menjejalkan diri ke dalam sebuah taksi. Tiba di veteran 25, mataku tertumbuk pada setumpuk kardus di meja pak indra. Kardus bertuliskan “Bread Talk” dari pelukis Dipo Andy terhampar disana. hihihi ada rejeki niy…Setelah menghabiskan sebuah roti yang lumayan mengenyangkan, aku inget masih ada jatah makan dari gudeg bu tjitro. Hihihi aku makan bareng mas ino yang menyerah ditengah jalan. Wah malam itu dengan perut yang penuh aku tidur demi menyambut hari senin ini.

Sebenarnya ini senin yang lumayan indah, aku mampu menyelesaikan targetku hari ini, ah seandainya bibirku tidak bengkak sehabis makan malam. Alergi opo yo? Duh semoga cepet sembuh, aku ga mau besok ke perpusnas dengan bibir “penuh” seperti ini :(

Older Posts »

Categories

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.